Showing posts with label Biologi. Show all posts
Showing posts with label Biologi. Show all posts

Kelas mammalia

Posted by uminati fatul chusnah on Saturday, July 16, 2011


kelompok mammalia semuanya menghasilkan susu sebagai makanan anaknya.Susu dihasilkanoleh kelenjar (mammae) yang terdapat di daerah perut atau dada.Mammalia disebut juga hewan menyusui karena menyusui anaknya.Selain memiliki kelenjar susu, Mammalia juga berambut serta memiliki tiga tulang telinga tengah.Ketiga ciri ini tidak dimiliki oleh vertebrata lainnya.Pada paus dan lumba-lumba, rambut ada pada tahap tertentu perkembangan embrionya.Rambut mammalia tersusun dari protein yang disebut keratin.Rambut mammalia berfungsi tertentu, yaitu sebagai insulasi yang memperlambat pertukaran panas dengan lingkungan, segabai indera peraba antara lain pada kumis, sebagai pelindung dari gesekan maupun sinar matahari, sebagai penyamar atau pertahanan untuk melindungi dari mangsa, dan sebagai penciri kelamin.
Tiga tulang telinga tengah yang dimiliki mammalia terdiri atas tulang martil, tulang landasan, dan tulang sanggurdi.Ketiga tulang tengah berperan dalam pendengaran, yaitu meneruskan getaran suara dari membran timpani (gendang telinga) ke telinga dalam.
Ciri-ciri lain yang dimiliki sebagian besar mammalia adalah :
- geligi dengan berbagai ukuran dan bentuk
- rahang bawah tersusun dari satu tulang
- bernapas dengan paru-paru
- jantung beruang empat
- diafragma di antara rongga perut dan rongga dada untuk membantu pernapasan
- otak yang lebih berkembang dibandingkan vertebrata lain
- menggunakan energi metabolismenya untuk menjaga suhu tubuh tetap konstan sehingga digolongkan sebagai hewan endoterm dan homeoterm
- fertilisasi terjadi secara internal atau di dalam tubuh betina
- melahirkan anaknya sehingga termasuk hewan vivipar
Mammalia hidup diberbagai habitat di darat dan di perairan.Ada jga mammalia yang hidup di daerah yang cukup ekstrem misalnya di kutub dan digurun.Beberapa jenis ada yang menyelam untuk mencari makanan di perairan.Kelompok mammalia tertentu ada yang merupakan hewan arboreal yang hidup di pohon-pohon dalam hutan.
Meskipun ciri-ciri yang dimilii hampir sama, namun ada juga mammalia terkecil antara lain untuk spesies dari kelompok kelelawar kecil, yaitu Craseonycteris thonglongyai yang beratnya hanya tiga gram.Untuk mammalia yang terbesar adalah paus biru (Balaenoptera musculus) yang panjangnya dapat mencapai 27 meter dan berat 190 ton.Struktur tubuh mammalia sesuai dengan cara hidupnya, yaitu ada yang terbang, berenang, meluncur, berlari, melompat, atau menggali.Mammalia dibagi menjadi tiga kelompok utama, yaitu Mammalia bertelur (prototheria), mammalia berkantung (metatheria), dan mammalia berplasenta (eutheria).
Kelompok Prototheria bertelur sehingga tergolong ovipar.Embrio berkembang di dalam telur dengan menggunakan kuning telur sebagai sumber makanannya.Setelah menetas hewan ini akan menghisap susu dari rambut induknya, karena induk ini tidak memiliki puting susu.Hewan ini digolongkan sebagai ordo Monotremata, contohnya adalah platipus (Ornithorhynchus anatinus) dan echidna.
Kelompok Metatheria melahirkan anaknya saat embrio masih pada tahap awal sehingga masa kehamilannya singkat.Contohnya kanguru merah, anaknya yang masih berukuran sebesar lebah madu dilahirkan 33 hari setelah fertilisasi.Anak dalam tahap embrio tersebut dapat merangkak masuk ke dalam kantung induknya yang disebut marsupium.Di dalam masupium embrio menyusu pada puting susu dan mengalami perkembangan selanjutunya.Hewan ini digolongkan sebagai ordo Marsupialia atau hewan berkantung, contohnya adalah kanguru (Macropus sp.), koala (Phascolarctos cinereus), dan opposum (Pucadelphys andinus).
Kelompok Eutheria melahirkan anaknya yang telah menyelesaikan perkembangan embrioniknya di dalam rahim (uterus).Embrio memperoleh nutrisi dari induknya melalui plasenta sehingga kelompok hewan ini disebut mammalia berplasenta.Sebagian besar ordo dalam mammalia tergolong Mammalia berplasenta.Berikut Ordo-ordo utama Mammalia Eutheria :
- Ordo Insectivora adalah kelompok mammalia pemakan serangga.Tikus mondok dan landak adalah contoh hewan pemakan serangga.
- Ordo Chiroptera adalah kelompok Mammalia yang memiliki selaput kulit membentang dari kaki depan, badan, dan kaki belakang.Struktur sayap untuk terbang ini merupakan modifikasi dari kaki depan yang ditunjang oleh empat jari.Sebagian besar hewan ini adalah hewan nokturnal, yaitu mencari makanan pada malam hari.Selain sebagai pemakan serangga, beberapa jenis memakan buah-buahan dan vertebrata kecil seperti katak, tikus, dan burung.Jenis lain yaitu kelelawar vampir menghisap darah mammalia lain
- Ordo Lagomorpha mencakup mammalia yang memiliki gigi seri seperti pahat, misalnya kelinci.Kaki belakang hewan ini lebih panjang daripada kaki depan.Struktur kaki ini berfungsi untuk melompat.
- Ordo Perissodactyla mencakup mammalia berkuku pada jari yang berjumlah ganjil pada kakinya.Jika jari kakinya lebih dari satu jari tengahnya lebih besar daripada jari lain.Hewan ini merupakan pemakan tumbuhan atau herbivora.Contoh hewan ini adalah kuda (Equus caballus) yang berkuku satu, tapir (Tapirus indicus) dan badak sumatra (Dicerorhinus sumatrensis) yang berkuku tiga.
- Ordo Artiodactyla mencakup mammalia berkuku pada jari yang berjumlah genap masing-masing kakinya.Hewan ini juga herbivora.Contohnya adalah kambing, domba (Ovis aries), babi (Sus sp.), rusa sambar (Cervus unicolor), dan jerapah (Giraffa camelopardalis).
- Ordo Sirenia adalah mammalia herbivora akuatik yang memiliki tungkai depan mirip sirip.Kelompok mammalia ini tidak memiliki kaki belakang.Ekor besar dan pipih horizontal yang juga berperan seperti dayung untuk berenang.Sirenia merupakan mammalia bertubuh besar tidak berambut.Rambut kasar hanya terdapat di bibirnya.Contoh sirenia adalah duyung atau dugong (Dugong dugong).
- Ordo Proboscidea memiliki tubuh besar berotot serta belalai berotot.Hewan yang termasuk kelompok ini adalah gajah sumatera (Elephas maximus).Belalai gajah berfungsi seperti anggota badan kelima untuk mengambil makanan dan minum.Kulitnya longgar dan tebal.Gajah jantan memiliki gigi seri atas memanjang sebagai gading.
- Ordo Cetacea hidup di laut dengan tubuh berbentuk ikan, kaki depan mirip dayung dan tidak ada kaki belakang.Tubuhnya tidak berambut dan memiliki lapisan tebal lemak sebagai insulasi.Lumba-lumba hidung botol (Tursiops aduncus), paus biru (Balaenoptera musculus), dan paus pembunuh (Orcinus orca) adalah mammalia yang termasuk Cetacea.
- Ordo Cornivora adalah kelompok mammalia yang memiliki dan kuku yang tajam dan runcing untuk menangkap dan memakan mangsanya.Kelompok ini disebut juga pemakan daging.Mammalia yang termasuk carnivora adalah anjing (Canislupus familiaris), Kucing (Felis silvestris), harimau sumatera (Panthera tigris sumatrae), singa (Panthera leo) dan anjing laut (Caniformia pinniped).
- Ordo Rodentia memiliki gigi seri seperti pahat.Gigi serinya berjumlah sepasang di atas dan sepasang di bawah.Ggi seri tidak berakar sehingga tumbuh terus-menerus.Contoh rodentia adalah tupai, berang-berang, tikus,landak, dan mencit.
- Ordo Primata memiliki ibu jari yang dapat disentuhkan ke jari lain, mata menghadap ke depan, korteks serebal berkembang baik.Kelompok primata adalah beruk (Macaca sp.), orang utan (pongo pygmaeus), dan lutung jawa (Trachypithecus auratus).Manuasi (homo sapiens) digolongkan dalam primata.
Peran Vertebrata bagi manusia
Vertebrata dimanfaat manusia dalam berbagai hal, misalnya sebagai berikut :
- Sumber bahan makanan, misalnya daging, telur ayam, dan susu sapi
- Sebagai bahan baku industri tekstil, misalnya pemanfaatan rambut domba untuk dijadikan wol
- Sebagai objek penelitian, misalnya hewan mammalia
- Sebagai hewan peliharaan, misalnya anjing, kucing, kelinci atau burung.
Namum, beberapa jenis vertebrata ada yang merugikan manusia misalnya tikus.Tikus dapat menjadi hama tanaman pertanian.
More about → Kelas mammalia

Kelas Aves

Posted by uminati fatul chusnah

Aves atau burung memiliki bulu yang terbuat dari keratin.Bulu yang membentuk sayap berperan untuk terbang.selain bulu, ciri-ciri lainnya pada burung adalah :
- berparuh dari bahan keratin
- tidak bergigi
- struktur tulang menyerupai sarang lebah sehingga kerangnya kuat namun ringan
- memiliki empedal untuk menghacurkan makanan
- lambung berotot besar
- bernapas dengan paru-paru
- jantung beruang empat
- memiliki kantung udara
- indera penglihatan sangat tajam
- fertilisasi terjadi secara internal
- bertelur sehingga tergolong hewan ovipar dengan ciri telur bercangkang dan kuning telur besar
- mengerami telurnya dan merawat anaknya

Aves hidup di darat.Kelompok ini dibedakan menjadi dua berdasarkan kemampuan terbangnya, yaitu karinata dan ratita.
Burung yang tergolong karinata memiliki taju dada (carina).Taju dada berfungsi menyokong otot dadanya yang besar.Otot dada memberikan kekuatan terbang.Pada pinguin contohnya pinguin gentoo (Pygoscelis papua), yang merupakan karinata yang tidak terbang, otot dadanya digunakan untuk berenang di laut mencari makanan.Hampir 60% spesies burung karinata tercakup dalam ordo passeriformes atau burung bertengger.Brung bertengger memiliki jari kaki yang dapat mencengkeram dahan pohon.Contoh burung ini adalah burng layang-layang besar (Hirundapus giganteus), burung merpati (Columbia livia), burung pipit (Anthus sp.), burung dara, dan berbagai burung pengicau.Burung layang-layang adalah burung yang paling cepat terbangnya yakni terbangnya mencapai 170 km/jam.
Ayam (gallus gallus domesticus) juga tergolong karinata.
burung yang tergolong ratita tidak memiliki taju dada pada tulang dadanya.Otot dadanya juga tidak sebesar burung karinata.Burung unta (Struthio camelus), kiwi (Apteryx australis), dan emu (Dromaius novaehollandiae) adalah contoh burung ratita.
More about → Kelas Aves

Kelas reptilia

Posted by uminati fatul chusnah

Reptilia (dalam bahasa latin, reptil = melata) memiliki kulit bersisik yang terbuat dari zat tanduk (keratin).Sisik berfungsi mencegah kekeringan.Ciri lain yang dimiliki oleh sebagian besar reptil adalah :
- anggota tubuh berjari lima
- bernapas dengan paru-paru
- jantung beruang tiga tau empat
- menggunakan energi lingkungan untuk mengatur suhu tubuhnya sehingga tergolong hewan eksoterm
- fertilisasi secara internal
- menghasilkan telur sehingga tergolong ovipar dengan telur amniotik bercangkang

Reptil hidup hidup di air dan darat.Reptilia mencakup tiga ordo besar yaitu Chelonia atau Testudines, Squamata atau Lepidosauria, dan Crocodilia.Chelonia adalah reptilia yang memiliki cangkang.Cangkang bagian atas disebut karapaks, sedangkan bagian bawahnya disebut plastron.Cangkang merupakan bagian dari tulang belakang dan modifikasi tulang rusuk yang berfungsi sebagai pelindung dari pemangsanya.Chelonia yang hidup di laut adalah penyu hijau (Chelonia mydas) dan penyu belimbing (Dermochelys coriacea) yang memiliki kaki berbentuk dayung untuk berenang.Cangkang chelonia lebih tipis dibandingkan Chelonia darat.Contoh chelonia darat adalah kura-kura paua (Chelodina novaeguineae).Chelonia termasuk hewan berumur panjang hingga mencapai 200 tahun.
Squamata adalah reptilia yang umumnya memiliki kulit bersisik.Reptil yang termasuk golongan ini adalah kadal dan ular.Kadal memiliki sisik yang licin dan berbentuk membulat.tubuhnya kebanyakan berkaki empat, bertubuh kecil, dan memiliki ekor.Contoh hewan kadal bertubuh kecil misalnya, kadal kebun (Mabuya multifasciata), cecak dinding (Cosymbotus paltyurus) dan bunglon kebun (Bronchocela jubata), hingga kadal yang bertubuh besar seperti biawak komodo (Varanus komodoensis).
Ular tidak memiliki kaki dan bertubuh panjang serta memiliki sisik.Tulang rahang ular bersambungan secara longgar sehingga memungkinkan menelan mangsa yang lebih daripada tubuhnya.Gigi di mulut ular memiliki fungsi untuk mengunyah, melainkan untuk memegang mangsanya agar tidak mudah lepas.Ular berbisa memiliki sepasang gigi berlubang dan tajam untuk menyuntikkan bisa ke mangsanya.Lidahnya dapat dijulurkan untuk mengipas bau ke arah organ penciumannya.Ular memiliki kepekaan terhadap getaran yang berperan untuk mencari mangsanya.Ular tertentu memiliki kepekaan terhadap suhu mangsanya.Sebagian jenis ulat bersifat ovovivipar, yaitu telur menetas di dalam tubuh induk.Contohnya adalah ular sendok (Naja sumatrana), ular kobra (Ophiophagus hannah), dan ular sanca (Phyton sp.).
Crocodilia memiliki sisik tebal dari keratin dan diperkuat dengan lempengan tulang ysng disebut skuta sebgai pelindung.Sisik rontok satu persatu tidak seperti ular.Buaya memiliki ekor tebal berotot.Kaki depannya berjari lima, sedangkan kaki belakang berjari emapat sebagian berselaput untuk berenang.Lubang hidung terletak di ujung moncongnya yang memungkinkan untuk bernapas saat di dalam air.jantungnya beruang empat namun memiliki pori di antara bilik kiri dan kanan.Contoh spesies buaya adalah buaya muara ( Crocodylus porosus ).
More about → Kelas reptilia

Kelas Amphibia

Posted by uminati fatul chusnah

Kelas Amphibia umumnya hidup di dua tempat, yaitu darat dan air selama metamorfosisnya.
Sebagian besar Amphibia memiliki ciri-ciri khusus lainnya, yaitu :
- berkulit licin tidak bersisik
- menggunakan energi lingkungannya untuk mengatur suhu tubuhnya sehingga tergolong hewan eksoterm
- fertilisasi secara eksternal di air tau tempat lembab
- menghasilkan telur (bersifat ovipar) yang tidak bercangkang

Tidak semua jenis Amphibia hidup di dua tempat kehidupan.Beberapa jenis katak, salamander, dan caecilian ada yang hanya hidup di air dan ada yang hanya di darat.Namun habitatnya secara keseluruhan dekat dengan air dan tempat yang lembap seperti rawa dan hutan hujan tropis.Amphibia terdiri dari tiga ordo, yaitu Anura, Urodela, dan Apoda.

Anura memiliki ciri tidak berekor saat dewasa.Kaki belakangnya yang lebih panjang daripada kaki depan digunakan untuk melompat.
Lidahnya besar, lengket, dan dapat dijulurkan untuk menangkap mangsanya.Bagi yang jantan memiliki kantong udara di kerongkongannya yang dapat mengeluarkan suara untuk menarik betina saat musim kawin.Contoh hewan ini adalah katak hijau (Rana signata), katak pohon (Rachoporus sp.) dan kodok atau bangkong (bufo sp.)

Urodela merupakan kelompok amphibia yang memiliki ekor saat larva, muda dan dewasa.Tubuhnya berbentuk silinder memanjang serta memiliki kaki depat yang sama ukurannya dengan kaki belakang.Beberapa jenis ini hidup di air dan ada yang di darat.Hewan yang tegolong kelompok ini adalah salamander.

Apoda yang disebut juga sesilian merupakan amphibia tak berkaki.Bentuk tubuhnya seperti cacing tanah atau belut.Larva sesilian sangat menyerupai sesilian dewasa.Sesilian hidup terutama bersarang dalam lubang di tanah.
More about → Kelas Amphibia

Vertebrata

Posted by uminati fatul chusnah

Vertebrata merupakan kelompok hewan yang memiliki tulang belakang.Dalam sistem klasifikasi, vertebrata merupakan subfilum dari filum Chordata.
Chordata meliputi hewan-hewan yang memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
> Memiliki notokord, yaitu kerangka berbentuk batangan keras tetapi lentur.Notokord terletak di antara saluran pencernaan dan tali saraf, memanjang sepanjang tubuh membentuk sumbu kerangka.
> Memiliki tali saraf tunggal, berlubang terletak dorsal terhadap notokord, dan memiliki ujung anterior yang membesar berupa otak.
> Memiliki ekor yang memanjang ke arah posterior terhadap anus.
> Memiliki celah faring

Filum Chordata terdiri dari tiga subfilum, yaitu Urochordata, Cephalochordata, dan vertebrata.Urochordata dan Cephalochordata tergolong invertebrata.Berikut bagan dari subfilum Chordata.
Ciri tubuh

Ciri tubuh meliputi ukuran, bentuk, struktur, dan fungsi tubuh.
Ukuran dan bentuk tubuh
Semua hewan yang tergolong vertebrata memiliki rangkaian tulang kecil (vertebra) yang memanjang pada bagian dorsal dari kepala hingga ekor.Rangkaian vertebra yang disebut tulang punggung ini membentuk sumbu kerangka menggantikan notokord.Tulang punggung berfungsi sebagai penyokong tubuh serta melindungi tali saraf.Selain adanya tulang punggung, kesamaan ciri lain pada vertebrata adalah :
- Tubuh terdiri atas kepala, badan, dua pasang anggota badan, dan ekor pada sebagian vertebrata.
- Kulit tersusun atas dua bagian yaitu epidermis dan dermis dan menghasilkan rambut, sisik, bulu, kelenjar atau horn
- Endoskeleton tersusun dari tulang atau tulang rawan
- Faring bercelah, yang merupakan tempat insang pada ikan namun pada hewan darat hanya terdapat pada tingkat embrio
- Otot melekat pada endoskeleton untuk bergerak
- Sistem pencernaan memiliki kelenjar pencernaan, hati, dan pankreas
- Jantung beruang 2 hingga 4
- Darah menandung sel darah putih dan sel darah merah berhemoglobin
- Rongga tubuh mengandung sistem viseral
- Ginjal sepasang dengan saluran untuk mengeluarkan zat sisa
- Gonad sepasang pada betina dan jantan

Habitat

Vertebrata hidup diberbagai habitat baik darat dan laut.

Klasifikasi

Vertebrata dibedakan menjadi dua kelompok berdasarkan ada dan tidak adanya rahang.Vertebrata dengan mulut tidak berahang dikelompokkan dalam superkelas Agnatha, sedangkan yang memiliki rahang termasuk dalam superkelas Gnathostomata.

Superkelas Agnatha

Hewan yang tergolong agnatha berbadan panjang dan ramping seperti belut serta tidak memiliki rahang.Contoh di kelas ini adalah Cephalospidomorphi (lamprey) dan Kelas Mycini (hagfish).
Lamprey hidup diperairan tawar dan laut.Hewan ini mengambil makanan dengan cara mengaitkan mulutnya yang bergigi ke sisi tubuh ikan dan menghisap darahnya.Larvanya memakan partikel di air.Larva lamprey hidup di perairan tawar.
Hagfish hanya hidup di air laut.Hewan ini tidak memiliki tahapan larva.Mulut hagfish tidak bergigi, namun memiliki tentakel peraba.
Makanannya adalah ikan mati yang kemudian di hisap darahnya dan cacing laut.

Superkelas Gnathostomata

Hewan ini memiliki rahang bersendi yang dapat digerakkan ke atas dan ke bawah.Hewan ini di golongkan menjadi enam kelas yaitu :

Kelas Chonrichthyes

Hewan yang tergolong kelas ini memiliki kerangka yang tersusun dari tulang rawan.Pada sebagian besar kelompok ikan ini, beberapa bagian kerangka diperkuat oleh butiran berkalsium.Ciri khas lainnya pada Chonrichthyes adalah :
- mulut yang berahang kuat terletak di bagian bawah tubuh
- celah insang berjumlah lima, meskipun ada yang berjumlah tiga, enam, atau tujuh celah insang
- kulit ulet dan kasar bergigi karena adanya sisik gelakoid
- adanya sepasang pendekep (klasper) pada hewan jantan yang berfungsi untuk menyalurkan sperma ke kloaka betina
- usus pendek dan lebar berisi membran ulir untuk menyerap makanan lebih lama
- hati berukuran sangat besar untuk membantu pencernaan makanan
- fertilisasi terjadi secara internal
- bersifat ovipar, yaitu mengeluarkan telur hasil fertilisasi, atau ovovivipar yaitu membawa telur hasil fertilisasi di dalam saluran telur selama perkembangannya hingga menetas
Ikan bertulang rawan sebagian besar hidup di laut.Hewan yang bertulang rawan di antaranya termasuk hiu, ikan pari, dan chimaera.
Hiu bertubuh langsing.Bagian atas sirip ekornya lebih panjang daripada bagian bawah.Hiu tidak memiliki kantung udara.Ikan pari berbadan pipih atas bawah.Tubuh pipihnya berperan untuk menyembunyikan diri di dasar perairan dan untuk menggali pasir guna mencari makanan berupa hewan lunak dan udang-udangan.Beberapa jenis ikan pari memiliki duri pada ekornya yang seperti pecut dan berfungsi untuk melindungi dari serangan musuh.Jenis lainnya juga ada yang memiliki sengatan listrik.

Kelas Osteichthyes

Kelompok Osteichthyes ini memiliki kerangka yang tersusun dari tulang keras yang mengandung matriks kalsium fosfat.
Ciri-ciri lainya adalah :
- mulut terdapat di bagian depan tubuh
- celah insang satu di masing-masing sisi kepala
- sirip ekor memiliki panjang yang sama pada bagian atas dan bawah
- kulit licin karena sekresi mukus oleh kelenjar pada kulit
- adanya gelembung renang sehingga tidak tenggelam saat tidak bergerak
- sistem gurat sisi terdapat pada sisi tubuh
- usus panjang dan ramping menggulung
- fertilisasi terjadi di luar
- mengeluarkan telurnya atau bersifat ovipar

Kelompok ikan ini hidup di laut dan dihampir setiap habitat air tawar.Osteichthyes mencakup subkelas Actinopterygii (yunani, aktin = berkas, pteryg = sirip) dan subkelas Sarcopterygii (Yunani, sarkodes = berdaging).Actinopterygii memiliki sirip yang ditunjang oleh duri panjang yang lentur sehingga disebut kelompok ikan bersirip duri.Contoh ikan bersirip duri adalah ikan mas (cyprinus carpio), ikan cupang (Betta splendens), ikan gurami (Osphronemus gouramy), ikan badut (Premnas biaculeatus), ikan kakap merah (Lutjanus bitaeniatus), dan ikan louhan (Cichlasoma sp.).
Sarcopterygii memiliki sirip dada dan sirip pelvis yang berotot.Sirip ini digunakan untuk berjalan d dasar perairan atau darat.Ikan yang termasuk kelompok ini adalah ikan bersirip lobus dan ikan paru-paru (lungfish).Contoh ikan bersirip lobus adalah coelancanth dengan nama spesies Latimeria chalumnae.Ikan paru-paru hidup di rawa dan kolam.Ikan paru-paru akan naik kepermukaan untuk bernapas.
JIka perairan mengering saat musim kemarau, ikan paru-paru bersarang dalam lumpur.
More about → Vertebrata

Crocodilus porosus (buaya muara)

Posted by uminati fatul chusnah

Klasifikasi
Filum : Chordata
Subfilum : Vertebrata
Kelas : Reptilia
Ordo : Chelonia
Famili : Chelodae
Genus : Crocodilus
Spesies : Crocodilus porosus

Deskripsi: Buaya muara berbeda dengan buaya lain yaitu sisik belakang kepalanya yang kecil atau tidak ada, sisik dorsalnya bertunas pendek berjumlah 16-17 baris dari depan dank e belakang biasanya 6-8 baris. Buaya muara memiliki ukuran yang lebih besar disbanding buaya air tawar yaitu pada rahangatas dan bawah serta ukuran gigi. Mereka memiliki warna yang bervariasi dari warna abu-abu hingga hijau tua terutama pada buaya dewasa, sedangkan buaya muda berwarna lebih kehijauan dengan bercak hitam dan belang pada ekornya. Pejantan dapat tumbuh hingga 7 meter (23 kaki), namun sebagian besar adalah krang dari 5 meter. Betina biasanya memiliki panjang kurang dari 4 meter dan dapat muai bertelur dan membuat sarang sekitar 12 tahun. Maksimum jangka hidup diperkirakan bahwa mereka dapat hidup setidaknya 70 sampai 100 tahun. Buaya jenis ini menempati habitat muara sungai, kadang dijumpai di laut lepas. Tubuh Crocodilia memiliki sisik tebal dari keratin dan diperkuat dengan lempengan tulang yang disebut skuta sebgai pelindung.Sisik rontok satu persatu tidak seperti ular.Buaya memiliki ekor tebal berotot. Kaki depannya berjari lima, sedangkan kaki belakang berjari emapat sebagian berselaput untuk berenang. Lubang hidung terletak di ujung moncongnya yang memungkinkan untuk bernapas saat di dalam air. Cor (jantung) buaya semua sekat sudah sempurna, jadi jantung terbagi menjadi empat ruang yang sempurna yaitu atrium dekster, atrium sinister, ventrikel dekster dan ventrikel sinister. Oleh karena sekat sudah sempurna dan vaskularisasi organ digesti dari cabang arkus aorta sinister berpangkal dari ventrikel dekster yang mengandung darah venosus, maka diperlukan lubang penghubung yang disebut foramen Panizzae, lubang tersebut memungkinkan darah arteriel yang berasal dari ventrikel sinister mengalir menuju organ digesti. Buaya merupakan hewan berdarah dingin yaitu suhu tubuhnya bergantung pada suhu lingkungan atau poikiloterm. Untuk mengatur suhu tubuhnya, reptil melakukan mekanisme basking yaitu berjemur di bawah sinar matahari.
More about → Crocodilus porosus (buaya muara)

Orang Utan ( Pongo pygmaeus )

Posted by uminati fatul chusnah

Klasifikasi
Kingdom : Animallia
Sub. Fillum : Vertebrata
Class : Mamalia
Ordo : Primata
Famillia : Pongidae
Genus : Pongo
Spesies : Pongo pygmaeus


Deskripsi: Orang utan adalah hewan primata endemik (asli Indonesia). Populasinya kini terancam punah. Populasi terkini diperkirakan lebih kecil dari 30.000 individu yang tersebar di dua daerah sebaran (Sumatera dan Kalimantan). Menurut perkiraan, jumlah orangután liar yang terdapat di hutan Sumatera hanya sekitar 6.500 – 7.500 individu saja. Dan orangután liar yang terdapat di Kalimantan sekitar 12.000 – 13.000 individu. Ini merupakan pengurangan dari jumlah yang ada pada 10 tahun yang lalu (30% – 50% terjadi pengurangan jumlah).
Kemerah-merahan hingga coklat kehitam-hitaman, janggut pada orang utan Sumatera (jantan) berwarna merah hingga jingga. Di sekitar mata tidak berbulu dan mempunyai telinga kecil. Memiliki tubuh yang tinggi, bulu/rambut yang kusut, dan lengan yang panjang. Bentuk tangan dan kaki kecil memanjang, sesuai untuk memegang cabang-cabang pohon. Jempol tangan yang pendek sangat mendukung fungsinya yang seperti gancu untuk membuka buah. Dan terdapat daging di sekitar pipi jantan dewasa (cheek pad) akan berkembang mulai dari umur 8 tahun atau 15 tahun hingga umur 20 tahun.
Orangutan tergolong Omnivora. Orangutan memakan hampir sebagian besar jenis buah-buahan yang terdapat di dalam hutan (60% buah-buahan, seperti : rambutan, mangga, durian, manggis, duku, dan sebagainya). Selain buah-buahan sebagai makanan pokok, sumber makanan lainnya adalah daun-daunan, kulit kayu, tunas muda, bunga-bungaan, serta beberapa jenis serangga seperti rayap dan semut pohon. Berdasarkan pengamatan orangutan juga dapat memakan daging. Biasanya mereka memakan daging siamang atau monyet yang telah mati.
Untuk mendapatkan air, mereka melubangi bagian batang pepohonan yang berguna untuk manampung air hujan dan meminumnya dengan cara menghirup dari pergelangan tangannya. Orangutan juga mengambil makanan yang berupa mineral dari dalam tanah, namun dalam jumlah yang sangat sedikit.
Siklus menstruasi orangutan betina terjadi antara 29-32 hari. Menstruasi berlangsung selama 3-4 hari. Masa kehamilan kurang dari 9 bulan. Biasanya melahirkan satu bayi saja dengan berat badan sekitar 1,2 Kg. Masa bayi berlangsung antara 0 sampai 4 tahun, masa anak anak antara 4 sampai 7 tahun. Sedangkan masa remaja antara 7 sampai 10 tahun. Anak orangutan biasanya hidup bersama-sama ataupun dekat dengan induk sampai mereka bisa hidup mandiri. Betina biasanya menjadi matang secara seksual setelah tumbuh sempuma kira-kira pada umur 12 tahun. Meskipun begitu mereka tidak akan mempunyai anak pertama sampai umur 14-16 tahun.
Orangutan jantan mencapai matang secara seksual dan tumbuh sempurna pada umur 15 tahun. Orangutan jantan dewasa kelihatan benar-benar tidak mau memberi toleransi kepada sesama jenis kelamin. Pertemuan diantara keduanya bisa berakibat saling menyerang ataupun saling menghindar. Keberadaan jantan dewasa dalam suatu kelompok hanya terbatas karena minat seksual terhadap betina dewasa dan betina muda.
Dalam berbagai kesempatan orang utan betina dewasa mungkin terlihat bersama dengan jantan lebih muda, atau betina dewasa lain dengan jantan remaja. Hal itu merupakan sebuah penjajakan seksual, meskipun belum tentu terjadi hubungan lebih intim. Hubungan antara induk dan anak berlangsung cukup lama. Betina remaja berkelana bersama-sama dengan jantan remaja, bila perbedaan umur terpaut sedikit. Sistem semi soliter ini mungkin karena pengaruh penyebaran makanan yang tersebar, tidak terkumpul di suatu tempat.
More about → Orang Utan ( Pongo pygmaeus )

Phyton reticulates (Ular Sanca Jaring)

Posted by uminati fatul chusnah

Ular Sanca Jaring
Klasifikasi
Filum : Chordata
Subfilum : Vertebrata
Class : Reptilia
Ordo : Squamata
Famili : Pythonidae
Genus : Python
Spesies : Phyton reticulates

Deskripsi: Ular sanca jaring adalah sejenis ular tak berbisa yang berukuran besar. Ukuran terbesarnya dikatakan dapat melebihi 10 meter. Lebih panjang dari anaconda (Eunectes). Sisik dorsal lebih dari 45 deret, dan sisik-sisik ventralnya yang lebih sempit dari lebar sisi bawah tubuhnya. Memiliki pola sperti jala(reticula), tersusun dari warna hitam, kecoklatan, kuning dan putih di sepanjang sisi dorsal tubuhnya. Satu garis hitam tipis berjalan di atas kepala dari moncong hingga tengkuk, menyerupai garis tengah membagi dua kanan kiri kepala secara simetris. Dan masing-masing satu garis hitam lain yang lebih tebal berada di tiap sisi kepala, melewati mata belakang. Sisik-sisik dorsal (punggung) tersusun dalam 70-80 deret, sisik-sisik ventral(Perut) sebanyak 297-332 buah, dari bawah leher hingga ke anus, sisik subkaudal (sisi bawah ekor) 75-102 pasang. Perisai rostral (sisik ujung moncong) dan empat perisai supralabial(sisik-sisik di bibir atas) terdepan memiliki lekuk lubang penghidu bahang(heat sensor pits) yang dalam. Ular-ular betina memiliki tubuh yang lebih besar. Jika yang jantan telah mulai kawin pada panjang tubuh sekitar 7-9 kaki, yang betina baru pada panjang sekitar 11 kaki, alat kopulasi hemipenis. Dewasa kelamin tercapai pada umur antara 2-4 tahun. Ular ini bertelur antara 10 hingga sekitar 100 butir. Telur-telur ini dierami pada suhu 88-90oF (31-32oC) selama 80-90 hari, bahkan hingga lebih dari 100 hari.
More about → Phyton reticulates (Ular Sanca Jaring)

Gajah Asia ( Elephas maximus )

Posted by uminati fatul chusnah

Klasifikasi
Kingdom : Animallia
Sub. Fillum : Vertebrata
Class : Mamalia
Ordo : Proboscidae
Familia : Elephantidae
Genus : Elephas
Spesies : Elephas maximus


Deskripsi: Gajah Asia merpakan spesies dari kelas mamalia yang berukuran sangat besar, berat tubuhnya mencapai 5400 kg. Warna kulit gajah adalah kelabu sampai hitam kelam, memiliki belalai sebagai tangan, yang merupakan modifikasi antara bibir dengan hidung. Dan memiliki telinga yang lebar, berfungsi untuk menghalau lalat yang mengganggu, yang biasanya hinggap di bagian mata dan mulut.
Reproduksi Gajah betina kawin setelah umur sekitar 9 – 12 tahun setelah kawin gajah akan bunting selama 18 bulan – 22 bulan dan akan melahirkan anak dengan berat 100 kg, dimana selang antara melahirkan anak selama 4 tahun.

Habitat hidup bervariasi dari hutan tropika sampai perkebunan, dataran rendah, pegunungan, padang rumput, di wilayah India, Pakistan, Ceylon, Burma, Malaysia dan Sumatera.
More about → Gajah Asia ( Elephas maximus )

Kuda nil Kerdil ( Pygmy Hipopotamus, Cheropsis liberensis )

Posted by uminati fatul chusnah

Filum : Chordata
Sub Filum : Vertebrata
Kelas : Mammalia
Ordo : Artyodactyla
Famili : Hippopotamidae
Genus : Hippopotamus
Spesies : Hippopotamus amphibius

Deskripsi: Kuda nil memiliki tubuh yang besar dan berat, serta kulit kelabu gelap. Mereka juga memiliki gading besar yang biasa mereka gunakan untuk mempertahankan diri dari predator. Kuda nil tinggal di Afrika. Mereka tinggal di dan dekat air tawar, seperti danau dan sungai. Kuda nil adalah hewan herbivora. Mereka tinggal berkelompok, dan terkadang 30 kuda nil akan tinggal di tempat yang sama. Mereka tidur di lumpur dan air, namun di malam hari mereka keluar untuk makan rumput. Hewan ini bereproduksi dengan cara vivipar yaitu secara beranak. Tubuhnya ditutup oleh rambut serta memiliki gladula mamae. Memiliki daun telinga yang berukuran tidak terlalu besar.
More about → Kuda nil Kerdil ( Pygmy Hipopotamus, Cheropsis liberensis )

Kanguru ( Bruijus Padelemon, Thylogale brunii )

Posted by uminati fatul chusnah

Klasifikasi
Filum : Chordata
Sub Filum : Pisces
Kelas : Mammalia
Ordo : Diprotodontia
Famili : Macropodidae
Genus : Thylogale
Spesies : Thylogale brunii

Deskripsi:Kanguru atau kangguru adalah hewan mamalia yang memiliki kantung (marsupialia). Hewan ini termasuk hewan khas Australia. Kata kanguru diambil dari bahasa Aborigin gangguru.

Ada tiga spesies kanguru:

a. Kanguru Merah

Kanguru Merah adalah hewan marsupial terbesar yang masih hidup. Apabila berdiri tingginya dapat mencapai lebih dari 2 meter dan bobotnya mencapai 90 kg. Kanguru jenis ini biasanya bergerak dalam kelompok besar. Mereka tidur di kala siang yang hawanya paling panas. Apabila tidak ada air, mereka akan mencari kelembaban dari tumbuhan hijau. Mereka juga hanya akan berkembangbiak apabila ada hujan dan tumbuh tanaman baru.

b. Kanguru Abu-abu Timur

Kanguru Abu-abu Timur dapat ditemukan di daerah subur Australia bagian timur.

c. Kanguru Abu-abu Barat

Kanguru Abu-abu Barat dapat ditemukan di Australia bagian barat, Australia bagian selatan yang dekat dengan pantai dan basin Sungai Darling. Kanguru Abu-abu sangat banyak jumlahnya. Mereka hidup di hutan-hutan eukaliptus yang terbuka dan di daerah berumput. Mereka memakan rumput.

d. Makropod

Sebagai tambahan, ada 60 makropod yang lebih kecil yang masih berhubungan dengan kanguru yaitu:

Kanguru Pohon. Kanguru jenis ini hidupnya di atas pohon. Pada siang hari mereka tidur di dahan-dahan pohon. Pada malam hari mereka makan daun dan buah. Kanguru Pohon bisa ditemukan di hutan hujan tropis yang padat di Australia bagian timur laut dan New Guinea. Beberapa kanguru Pohon adalah hewan yang dilindungi. Kebanyakan dari mereka hampir punah disebabkan oleh perusakan lingkungan.

Wallabi
Wallaroo
Quokka

Kanguru mempunyai dua kaki belakang yang kuat, telapak kakinya yang besar didesain untuk meloncat. Kanguru biasa melompat dengan kecepatan 20-25 km/jam. Tapi mereka bisa melompat hingga kecepatannya menjadi 70 km/jam. Harapan hidup kanguru sekitar 9-18 tahun. Walau terkadang ada kanguru yang bisa bertahan hidup hingga 28 tahun.
More about → Kanguru ( Bruijus Padelemon, Thylogale brunii )

Tapir ( Malayan tapir, Tapirus indicus )

Posted by uminati fatul chusnah

Klasifikasi
Filum : Chordata
Sub Filum : Vertebrata
Kelas : Mammalia
Ordo : Perissodactyla
Famili : Tapiridae
Genus : Tapirus
Spesies : Tapirus indicus

Deskripsi: Tapir Asia (Tapirus indicus) adalah salah satu jenis tapir. Tapir Asia merupakan jenis yang terbesar dari keempat jenis tapir dan satu-satunya yang berasal dari Asia. Nama ilmiahnya indicus merujuk pada Hindia Timur, yaitu habitat alami jenis ini. Di Sumatra tapir umumnya disebut tenuk or seladang, gindol, babi alu, kuda ayer, kuda rimbu, kuda arau, marba, cipan, dan sipan.

Tapir Asia mudah dikenali dari cirinya berupa "pelana" berwarna terang dari bahu hingga pantat. Bulu-bulu di bagian lain tubuhnya berwarna hitam kecuali ujung telinganya yang berwarna putih seperti jenis tapir lain. Pola warna ini berguna untuk kamuflase: warna yang membuat kacau membuatnya tidak nampak seperti tapir, binatang lain mungkin mengiranya batu besar dan bukannya mangsa saat tapir ini berbaring atau tidur.

Tapir Asia (Tapirus indicus) adalah jenis yang terbesar dari keempat jenis tapir dan satu-satunya yang berasal dari Asia. Nama ilmiah indicus merujuk pada Hindia Timur, yaitu habitat alami jenis ini. Di Sumatra tapir umumnya disebut tenuk atau seladang, gindol, babi alu, kuda ayer, kuda rimbu, kuda arau, marba, cipan, dan sipan. Tapir Asia mudah dikenali. Mereka memiliki ciri khas "pelana" warna terang dari bahu hingga pantat. Disebut "pelana" karena tapir ini seakan-akan kuda yang dipasangi pelana di punggungnya. Bulu-bulu di bagian tubuh lainnya berwarna hitam kecuali ujung telinga yang berwarna putih seperti jenis tapir lain. Pola warna ini berguna untuk kamuflase supaya musuh tidak melihatnya sebagai tapir tapi mungkin batu besar.

Tapir Asia tumbuh hingga 1,8 - 2,4 m, tinggi 90 - 107 cm, dan berat umum 250 - 320 kg. Tapi bobot terberat tapir Asia bisa mencapai 500 kg. Tapir betina biasanya lebih besar daripada tapir jantan. Seperti jenis tapir lain ekornya pendek gemuk serta belalai yang panjang dan lentur.Tiap kaki depanya ada empat kuku dan di tiap kaki belakangnya ada tiga kuku. Tapir Asia tumbuh hingga sepanjang 1,8 sampai 2,4 mdan 8 kaki), tinggi 90 sampai 107 cm (3 sampai 3,5 kaki), dengan biasanya 250 sampai 320 kg (550 dan 700 pon), meskipun berat mereka dapat mencapai 500 kg (1.100 pon). Tapir betina biasanya lebih besar daripada tapir jantan. Seperti jenis tapir lain ekornya pendek gemuk serta belalai yang panjang dan lentur.Di tiap kaki depanya terdapat empat kuku dan di tiap kaki belakangnya ada tiga kuku. Indera penglihatan tapir Asia agak buruk namun indera pendengarannya dan penciuman tajam.
Masa hamil tapir Asia sekitar 400 hari, dimana setelahnya seekor anak lahir dengan berat 6,8 kg (15 pon). Tapir Asia merupakan yang terbesar saat lahir dibanding jenis-jenis tapir lainnya dan tumbuh lebih cepat dari jenis tapir lain. tapir muda dari semua jenis berbulu cokelat dengan garis-garis dan bintik-bintik putih, pola yang memungkinkannya bersembunyi dengan efektif di dalam bayangan-bayangan hutan. Pola pada bayi ini berubah menjadi pola warna tapir dewasa antara empat hingga tujuh bulan setelah kelahiran. Anak tapir disapih antara umur 6 dan 8 bulan dan binatang ini menjadi dewasa pada umur tiga tahun. perkembangbiakan basanya terjadi pada bulan April, Mei Atau Juni. Tapir betina biasanya melahirkan satu anak tiap dua tahun. Tapir Asia dapat hidup hingga 30 tahun baik di alam liar maupun di kurungan.

Ketertarikan baru-baru ini mendorong para perekayasa biologi mencoba menciptakan versi kerdil dari tapir. Mereka percaya bahwa ada pasar untuk tapir kerdil sebagai binatang peliharaan di Amerika Serikat.

Tapir Asia terutama merupakan hewan penyendiri, menandai jalur-jalur besar di darat sebagai teritori atau daerah kekuasaannya, meski daerah ini biasanya bertumpang tindih dengan daerah kekuasaan individu lain. Tapir menandai teritorinya dengan mengencingi tetumbuhan dan mereka sering mengikuti jalur lain dari yang telah mereka buat yang telah ditumbuhi tumbuhan.

Binatang ini vegetarian, ia mencari makan berupa umbi empuk dan daun-daunan dari lebih dari 115 jenis tumbuhan (ada kira-kira 30 yang terutama disukainya), bergerak lambat di hutan dan berhenti untuk makan dan memperhatikan bau yang ditinggalkan tapir lain di daerah itu. Akan tetapi, bila merasa terancam, tapir dapat lari dengan cepat meskipun bertubuh besar, dan mereka juga dapat membela diri dengan rahang kuat serta gigi tajamnya. Tapir-tapir Asia berkomunikasi satu sama lain dengan cicitan dan siulan bernada tinggi. Mereka suka tinggal di dekat air dan sering mandi dan berenang. Mereka juga bisa memanjat tempat yang curam. Tapir aktif terutama malam hari, walaupun mereka tidak benar-benar nokturnal. Mereka cenderung makan begitu matahari terbenam dan sebelum matahari terbit, mereka juga sering tidur siang sebentar. Tingkah laku ini menandai mereka sebagai satwakrepuskular.
Dahulu, tapir Asia dapat ditemukan diseluruh hutan hujan dataran rendah di AsiaTenggara termasuk Kamboja, Indonesia, Laos, Malaysia, MyanmarBurma, Thailand,dan Vietnam. Namun populasinya menurun tahun-tahun belakangan ini, dan seperti jenis-jenis tapir lainnya juga terancam kepunahan. Karena ukurannya, tapir memiliki sedikit pemangsa alami, bahkan tapir jarang dimangsa oleh harimau. Ancaman utama bagi tapir Asia adalah kegiatan manusiatermasuk penebangan hutan untuk pertanian, banjir akibat dibendungnya sungai untuk membuat pembangkit listrik tenaga air, dan perdagangan ilegal . Di Thailand, sebagai contoh, penangkapan dan penjualan seekor tapir muda dapat bernilai US$5500. Di daerah seperti Sumatra, dimana populasinya kebanyakan Muslim , tapir jarang diburu untuk dimakan karena kemiripan tubuhnya dengan babi membuat daging tapir tabu, namun di beberapa daerah mereka diburu untuk olahraga atau tidak sengaja tertembak karena dikira binatang lain.[10] Status dilindungi di Thailand, Malaysia dan Indonesia, yang ditujukan pada pembunuhan tapir dengan sengaja tapi tidak ditujukan pada isu hilangnya habitat, telah membatasi pemulihan atau menjaga polulasi tapir.

sejumlah kecil tapir Asia melanistik (serba-hitam) telah diamati. Tahun 1942, seekor tapir serba-hitam dikirim ke kebun binatang Rotterdam dan diklasifikasikan sebagai subspesies yang disebut Tapirus indicus brevetianus yang dinamai berdasarkan penemunya Kapten K. Brevet. Pada tahun 2000, dua ekor tapir melanistik diamati selama studi harimau di Suaka Hutan Jerangau di Malaysia Semenanjung. Penyebab variasi ini mungkin ketidaknormalan genetis yang mirip dengan macan kumbang yang muncul pada populasi macan tutul, Akan tetapi, kecuali kalau dan hingga individubrevetianus dapat dipelajari, penjelasan yang tepat untuk sifat tersebut tetap tidak diketahui.
More about → Tapir ( Malayan tapir, Tapirus indicus )

Hystrix javanicus (Landak )

Posted by uminati fatul chusnah

Klasifikasi
Filum : Chordata
Sub filum : Vertebrata
Kelas : Mammalia
Ordo : Rodentia
Famili : Rodentidae
Genus : Hystrix
Spesies : Hystrix javanicus

Deskripsi: Hystrix javanicus merupakan anggota dari kelas mammalia karena memiliki glandula mamae untuk menyusui anaknya. Hystrix javanicus memiliki nama lokal yaitu landak. Tubuh terdiri dari caput, truncus, dan caudal. Tubuh tertutup oleh rambut. Memiliki kumis sebagai indera peraba. Memiliki ekstrimitas anterior dan posterior. Ukuran dari kaki anterior lebih pendek dari yang posterior. Memiliki alat proteksi diri yaitu rambutnya akan menjadi tajam seperti duri saat dalam keadaan terdesak. Makanannya sayur-sayuran dan buah. Habitat di darat terutama di alam bebas. Fertilisai internal dan bersifat diocues. Berkembang biak dengan vivipar yaitu beranak.

Sistem pencernaan ada kelenjar ludah, terdapat sepasang kantung empedu, saluran getah pankreas, secceum dan apendiks. Sistem respirasi yaitu bernapas dengan hidung yang mengandung tulang-tulang turbinal. Sistem repeoduksi secara internal yaitu pembuahan terjadi di dalam tubuh dari embrio. Bersifat dioceus yaitu alat kelamin jantan dan betina terpisah. Terdapat tulang genital untuk pengeluaran dan kopulasi. Sistem ekskresi dengan memiliki sepasang ginjal. Hasil ekskret dikeluarkan melalui anus atau penis.
More about → Hystrix javanicus (Landak )

Simpanse ( Pan troglodytes )

Posted by uminati fatul chusnah

Klasifikasi
Filum : Chordata
Sub Filum : Vertebrata
Kelas : Mammalia
Ordo : Primata
Famili : Hominidae
Genus : Pan
Spesies : Pan troglodytes

Deskripsi: Simpanse (sering disingkat dalam Bahasa Inggris, chimp) adalah nama umum dari 2 spesies kera dalam genus Pan. Simpanse adalah hewan yang sering ditemui dihutan tropis. Biasanya kulitnya berwarna hitam kecoklatan, dan berbulu hitam. Simpanse yang paling dikenal adalah dari golongan Pan troglodytes, yang habitat terbanyaknya adalah di daerah Afrika Barat, dan Afrika Tengah. Dari pihak sepupu terdekat dengan simpanse, dikenal pula Bonobo atau "Pygmy Chimpanzee" yang berasal dari golongan Pan paniscus, dan banyak ditemukan di Kongo. Sungai Kongo menandai batas dari kedua golongan simpanse tersebut.[1]Simpanse adala anggota keluarga Hominidae, bersama dengan gorila, manusia, dan orangutan. Dua spesies simpanse yang tersebut diatas adalah spesies terdekat dengan spesies manusia; semuanya adalah termasuk suku Hominini (termasuk sub-suku Hominina yang sudah punah). Simpanse adalah satu-satunya anggota sub-suku Panina yang diketahui sampai saat ini.

Simpanse adalah satu dari empat spesies kera besar selain bonobo, orangutan, dan gorilla. Bernama latin Pan troglodytes, simpanse masuk genus Panina dan ordo primata. Mereka memiliki hubungan relasi sosial yang kuat, maka senang hidup berkelompok sesuai dengan kekerabatan. Ini mirip dengan sifat manusia. Bedanya ,dalam hidup berkelompok simpanse menganut azas egaliter, dimana tidak ad pemimpin atau hierarki kekuasaan. Simpanse juga tergolong primata yang memiliki kecerdasan lebih dibanding dengan primata lain. Beberapa studi membuktikan mereka akan berusaha mengambil makanan yang diberikan namun dihalangi oleh kawat. Usaha itu berbeda dengan primata lain. Jika primata lain hanya sebatas merusak kawat, simpanse akan mencari atau membuat alat untuk mengambil makanan itu.

Pada dasarnya simpanse adalah omnivora, pemakan segala. Namun ada sub spesies simpanse, yakni simpanse kerdil yang cenderung herbivora, hanya memakan tumbuh-tumbuhan. Simpanse jantan berbobot antara 35-70 kilogram., betinanya 26-50 kilogram. Tinggi badannya saat berdiri tegak antara 1-1,5 meter. Di alam bebas, simpanse bisa bertahan hidup hingga 40 tahun sedangkan di penangkaran mencapai usia 60 tahun.
More about → Simpanse ( Pan troglodytes )

Presbytis rubicunda (Lutung merah)

Posted by uminati fatul chusnah

Klasifikasi
Filum : Chordata
Sub filum : Vertebrata
Kelas : Mammalia
Ordo : Primata
Famili : Presbytidae
Genus : Presbytis
Spesies : Presbytis rubicunda

Deskripsi: Presbytis rubicunda merupakan anggota dari kelas mammalia karena memiliki galandula mamae yang berguna untuk menyusui anaknya. Tubuh dari lutung ini tertutup oleh rambut. Memiliki daun telinga yang tidak terlalu besar ukurannya. Tubuh terbagi atas caput, cerviks, truncus, dan caudal. Memiliki ekstrimitas anterior dan posterior. Kaki anterior sering digunakan sebagai tangan yang berfungsi untuk bergelantungan sehingga muskularnya lebih kuat daripada kaki bagian posterior. Ekor atau caudal memiliki fungsi untuk alat keseimbangan. Hewan berdarah panas ( poikiloterm). Habitat di alam bebas dan liar. Fertilasi internal dan dioceus. Memiliki warna tubuh merah, hingga disebut Lutung merah.

Sistem pencernaan ada kelenjar ludah, terdapat sepasang kantung empedu, saluran getah pankreas, secceum dan apendiks. Sistem respirasi yaitu bernapas dengan hidung yang mengandung tulang-tulang turbinal. Sistem repeoduksi secara internal yaitu pembuahan terjadi di dalam tubuh dari embrio. Bersifat dioceus yaitu alat kelamin jantan dan betina terpisah. Terdapat tulang genital untuk pengeluaran dan kopulasi. Sistem ekskresi dengan memiliki sepasang ginjal. Hasil ekskret dikeluarkan melalui anus atau penis.
More about → Presbytis rubicunda (Lutung merah)

Presbytis melalophos (Lutung Putih)

Posted by uminati fatul chusnah

Klasifikasi
Filum : Chordata
Sub filum : Vertebrata
Kelas : Mammalia
Ordo : Primata
Famili : Presbytidae
Genus : Presbytis
Spesies : Presbytis melalophos

Deskripsi: Presbytis melalophos merupakan merupakan anggota dari kelas mammalia karena memiliki galandula mamae yang berguna untuk menyusui anaknya. Tubuh dari lutung ini tertutup oleh rambut. Memiliki daun telinga yang tidak terlalu besar ukurannya. Tubuh terbagi atas caput, cerviks, truncus, dan caudal. Memiliki ekstrimitas anterior dan posterior. Kaki anterior sering digunakan sebagai tangan yang berfungsi untuk bergelantungan sehingga muskularnya lebih kuat daripada kaki bagian posterior. Ekor atau caudal memiliki fungsi untuk alat keseimbangan. Hewan berdarah panas ( poikiloterm). Habitat di alam bebas dan liar. Fertilasi internal dan dioceus. Memiliki warna tubuh putih, hingga disebut Lutung putih.

Sistem pencernaan ada kelenjar ludah, terdapat sepasang kantung empedu, saluran getah pankreas, secceum dan apendiks. Sistem respirasi yaitu bernapas dengan hidung yang mengandung tulang-tulang turbinal. Sistem repeoduksi secara internal yaitu pembuahan terjadi di dalam tubuh dari embrio. Bersifat dioceus yaitu alat kelamin jantan dan betina terpisah. Terdapat tulang genital untuk pengeluaran dan kopulasi. Sistem ekskresi dengan memiliki sepasang ginjal. Hasil ekskret dikeluarkan melalui anus atau penis.
More about → Presbytis melalophos (Lutung Putih)

Haliastur Indus

Posted by uminati fatul chusnah

Klasifikasi:
Kingdom : Animalia
Phylum : Chordata
Class : Aves
Orde : Falconiformes
Family : Accipitridae
Genus : Haliastur
Species : Haliastur indus

Deskripsi : Elang bondol (Haliastur Indus) merupakan salah satu jenis burung pemangsa (Raptor) yang sangat gagah, dalam rantai makanan, elang ini pun menjadi mangsa predator lain seperti biawak. Sering mengunjungi daerah rawa, sungai, muara, pesisir pantai dan kepulauan hingga daerah dengan ketinggian sampai 2800-3000 mdpl.
Elang bondol berukuran panjang sekitar 45-52 cm, dengan lebar sayap 110-125 cm, panjang ekor 18-22 cm. Elang bondol memiliki warna putih dengan coretan hitam vertikal dari kepala, leher sampai perut dan coklat kepirangan pada bagian atas sayap sampai ekor. Tipe kaki passerine ( 3 jari ke depan dan 1 jari ke belakang) .Paruh runcing. Perbedaan antara burung muda dengan dewasa adalah ujung ekornya bundar bukan menggarpu. Iris coklat, paruh-sera abu-abu kehijauan, tungkai dan kaki kuning suram.

Habitatnya kebanyakan di pantai, daratan berair, hutan, maupun dataran rendah. Namun burung ini dapat juga bisa hidup di pegunungan dengan ketinggian 3.000 meter di atas permukaan laut. Meski bukan burung migran antar benua, elang bondol juga ditemukan di India, Cina Selatan, Filipina, dan Australia.

Sistem pencernaan meliputi tembolok (crop), lambung kelenjar, dan lambung muskular (gizzard, empedal), 2 buah secum, usus besar dan kloaka. Sistem sirkuler yaitu dengan jantung terdiri dari 2 aurikel dan 2 ventrikel. Respirasi dengan paru-paru yang berhubungan dengan sejumlah kantung-kantung udara. Kantung udara berfungsi untuk membantu burung bernafas saat terbang serta melindungi bagian jantung. Sistem ekskresi dengan ginjal bertipe mesonefros. Fertilisasi internal dengan dioceus yaitu alat kelamin jantan dan betina terpisah. Bersifat ovipar yaitu dengan cara bertelur.
More about → Haliastur Indus

Panthera tigris (Harimau)

Posted by uminati fatul chusnah

Klasifikasi
Filum : Chordata
Sub filum : Vertebrata
Kelas : Mammalia
Ordo : Carnivora
Famili : Felidae
Genus : Panthera
Spesies : Panthera tigris

Deskripsi : Panthera tigris merupakan anggota dari kelas mammalia karena memiliki ciri-ciri yaitu ada glandula mamae, ada daun telinga, serta tubuh ditutupi oleh rambut. Memiliki nama lokal harimau, warna tubuhnya loreng. Memiliki cakar (unguli) pada ekstrimitas baik anterior ataupun posterior. Cakar ini dapat disimpan dan dikeluarkan jika dalam keadaan terdesak untuk perlindungan. Cakar ini juga digunakan untuk mencabik serta menerkan mangsanya. Fertilisasi internal dan bersifat dioceus. Tipe kaki plantigrade yaitu berjalan dengan telapak kaki menempel di tanah. Tipe gigi bertaring karena harimau adalah karnivora yaitu pemakan daging. Memiliki kumis di dekat mulutnya, hidung selalu basah. Habitat di alam bebas dan sifatnya liar.

Sistem pencernaan ada kelenjar ludah, terdapat sepasang kantung empedu, saluran getah pankreas, secceum dan apendiks. Sistem respirasi yaitu bernapas dengan hidung yang mengandung tulang-tulang turbinal. Sistem repeoduksi secara internal yaitu pembuahan terjadi di dalam tubuh dari embrio. Bersifat dioceus yaitu alat kelamin jantan dan betina terpisah. Terdapat tulang genital untuk pengeluaran dan kopulasi. Sistem ekskresi dengan memiliki sepasang ginjal. Hasil ekskret dikeluarkan melalui anus atau penis.
More about → Panthera tigris (Harimau)

Ketupa ketupu

Posted by uminati fatul chusnah

Klasifikasi
Kerajaan : Animalia
Filum : Chordata
Kelas : Aves
Ordo : Strigiformes
Family : Strigidae
Genus : Ketupa
Spesies : Ketupa ketupu

Deskripsi : Burung hantu adalah kelompok burung yang merupakan anggota ordo Strigiformes. Burung ini termasuk golongan burung buas (karnivora, pemakan daging) dan merupakan hewan malam (nokturnal). Tipe paruh pemakan daging.
Ketupa ketupu mempunyai mata yang besar dan menghadap ke depan, tak seperti umumnya jenis burung lain yang matanya menghadap ke samping. Bersama paruh yang bengkok tajam / melengkung seperti paruh elang dan susunan bulu di kepala yang membentuk ingkaran wajah, tampilan "wajah" burung hantu ini demikian mengesankan dan terkadang menyeramkan. Apalagi leher burung ini demikian lentur sehingga wajahnya dapat berputar 180 derajat ke belakang. Umumnya burung hantu berbulu burik, kecoklatan atau abu-abu dengan bercak-bercak hitam dan putih. Dipadukan dengan perilakunya yang kerap mematung dan tidak banyak bergerak, menjadikan burung ini tidak mudah kelihatan; begitu pun ketika tidur di siang hari di bawah lindungan daun-daun. Ekor burung hantu umumnya pendek, namun sayapnya besar dan lebar. Rentang sayapnya mencapai sekitar tiga kali panjang tubuhnya.

Sistem pencernaan meliputi tembolok (crop), lambung kelenjar, dan lambung muskular (gizzard, empedal), 2 buah secum, usus besar dan kloaka. Sistem sirkuler yaitu dengan jantung terdiri dari 2 aurikel dan 2 ventrikel. Respirasi dengan paru-paru yang berhubungan dengan sejumlah kantung-kantung udara. Kantung udara berfungsi untuk membantu burung bernafas saat terbang serta melindungi bagian jantung. Sistem ekskresi dengan ginjal bertipe mesonefros. Fertilisasi internal dengan dioceus yaitu alat kelamin jantan dan betina terpisah. Bersifat ovipar yaitu dengan cara bertelur.
More about → Ketupa ketupu

Spilornis cheela

Posted by uminati fatul chusnah

Klasifikasi
Kingdom : Animalia
Filum : Chordata
Kelas : Aves
Ordo : Accipitriformes
Famili : Accipitridae
Genus : Spilornis
Spesies : Spilornis cheela

Deskripsi: Elang-ular Bido adalah spesies burung yang mempunyai paruh, berdarah panas, dan membiak dengan cara bertelur. Elang ini berwarna coklat dengan garis putih di ujung belakang sayap, terlihat disaat terbang seperti garis yang tebal. Sangat berisik, suara panggilan seperti ""Kiiiik"" panjang dan diakhiri dengaan penekanan nada. Sayap menekuk ke atas (seperti Elang Jawa) dan kedepan, membentuk huruf C yang terlihat membusur. Ciri khas lainnya adalah kulit kuning tanpa bulu di sekitar mata hingga paruh. Tipe kaki bertengger yaitu Zygodactila ( posisi dua jari ke depan dan dua jari yang lainnya ke belakang ) , mempunyai cakar , merupakan hewan karnivora.

Sistem pencernaan meliputi tembolok (crop), lambung kelenjar, dan lambung muskular (gizzard, empedal), 2 buah secum, usus besar dan kloaka. Sistem sirkuler yaitu dengan jantung terdiri dari 2 aurikel dan 2 ventrikel. Respirasi dengan paru-paru yang berhubungan dengan sejumlah kantung-kantung udara. Kantung udara berfungsi untuk membantu burung bernafas saat terbang serta melindungi bagian jantung. Sistem ekskresi dengan ginjal bertipe mesonefros. Fertilisasi internal dengan dioceus yaitu alat kelamin jantan dan betina terpisah. Bersifat ovipar yaitu dengan cara bertelur. Mempunyai bulu yang menutupi sayap ( remiges ),bulu yang menutupi ekor ( rektrices ), bulu yang menutupi truncus (tectrices), dan bulu yang menutupi paha dan kak (parapterum ).
More about → Spilornis cheela

Chusnah Visitor

free counters

Yang Udah Berkunjung